Pada tahap merefleksi, peserta didik diajak untuk meninjau kembali seluruh proses pembelajaran yang telah dijalani, baik teori maupun praktik. Mereka mengingat kembali apa yang sudah dikerjakan, mengevaluasi langkah-langkah yang dilakukan, serta membandingkan hasil kerjanya dengan standar yang ada. Dalam konteks materi kopling, peserta didik dapat merefleksikan bagaimana mereka memahami prinsip kerja, sejauh mana ketepatan saat melakukan pemeriksaan komponen, hingga bagaimana keterampilan membongkar dan merakit sistem kopling sudah sesuai prosedur atau masih perlu perbaikan.
Selain itu, merefleksi juga dilakukan dengan cara mengidentifikasi hambatan yang dialami selama kegiatan praktik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Peserta didik menuliskan pengalaman, kesulitan, maupun temuan penting yang diperoleh, lalu mendiskusikannya dengan guru atau teman sekelompok. Dari proses ini, mereka belajar menyadari kelebihan dan kekurangan diri, sekaligus merencanakan langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Dengan demikian, kegiatan merefleksi tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga membentuk sikap kritis dan tanggung jawab terhadap hasil belajar.